Definisi Canonical Cara Tuntas atasi Duplicate Content Google

dupcontent4

pic from www.seomoz.org

Duplicate Content pada Google Index adalah salah satu masalah yang seringkali ditemui. Berbagai cara dan teknik seo telah dilakukan untuk mengatasi hal ini, google pun merespon hal ini dengan dengan cara melakukan pen-Definisian Canonical. Seperti apa?

misalnya ada mempunya site dengan url :

http://www.contoh.com/?mod=product&id=2

dan

http://www.contoh.com/?mod=product&cat=baju_anak&id=2

karena kedua url tersebut menuju lokasi yang sama, maka itu disebut sebagai duplicating content.

Solusinya, berikan pendefinisian canonical berupa <link> misalnya seperti :

<link rel=”canonical” href=”http://www.contoh.com/?mod=product&id=2″ />

dan letakkan diantara tag <head> pada url duplikasi berikut

http://www.contoh.com/?mod=product&cat=baju_anak&id=2

Sehingga crawler akan mengetahui bahwa url

http://www.contoh.com/?mod=product&cat=baju_anak&id=2

merupakan canonical dari

http://www.contoh.com/?mod=product&id=2

sehingga yang akan masuk Google index hanya url

http://www.contoh.com/?mod=product&id=2


Referensi

http://googlewebmastercentral.blogspot.com/2009/02/specify-your-canonical.html
http://www.mattcutts.com/blog/seo-advice-url-canonicalization/
http://www.johnon.com/267/trailing-slash-seo.html

Incoming search terms for the article:

Penggunaan Redirect yang Berbahaya

Apakah website anda menggunakan Open Redirect? atau redirection secara langsung merujuk ke lokasi situs berupa url address. AWAS penggunaan redirect ternyata berbahaya.

Misalnya sebagai berikut :

Redireksi untuk download file

example.com/go.php?url=
example.com/ie/ie40/download/?

Redireksi untuk pencarian

example.com/search?q=user+search+keywords&url

Tracking Sistem biasanya untuk affiliasi

example.com/coupon.jsp?code=ABCDEF&url=
example.com/cs.html?url=

Proxy – ini yang paling sering

proxy.example.com/?url=

Login Redirect

example.com/login?url=
Penggunaan redirect seperti disebutkan diatas ternyata rawan karena bisa dimanfaatkan oleh spammer. Spammer mamanfaatkan peluang dengan merubah url target redirect dengan url situs spammer tersebut sehingga seolah-olah pengunjung menunjungi situs target akan tetapi ternyata tidak.

Bisa saja spammer membuat halaman yang sama persis dengan tujuan untuk mengecoh pengunjung (Phising) terlebih lagi jika redirect menuju ke halaman login.

Solusi

- Simpan data lokasi redireksi di dalam basis data sehingga pada waktu melakukan redireksi sistem mengecek terlebih dahulu ke dalam basis data jika data ditemukan, maka redireksi akan dijalankan, tapi jika tidak ditemukan data maka redireksi akan dihentikan.

Sumber Informasi :

http://googlewebmastercentral.blogspot.com/2009/01/open-redirect-urls-is-your-site-being.html

Incoming search terms for the article: